Showing posts with label kecemerlangan intelektual Pendorong Kejayaan. Show all posts
Showing posts with label kecemerlangan intelektual Pendorong Kejayaan. Show all posts

Monday, October 14, 2013

20 MAKANAN TERBAIK UTK OTAK







Disenaraikan 20 makanan minda terbaik untuk dijadikan amalan dan keutamaan didalam hidangan berasaskan kapasiti anti oksidan terhadap otak.


Cherries - 670

Kiwifruits - 602

Baked Beans - 503

Pink Grapefruit - 483

Kidney Beans - 460

Onion - 449

White grapes - 446

Corn - 402

Frozen Peas - 364

Eggplant - 386

Cauliflower - 337

Potatoes - 313

Sweet Potatoes - 313

Red Cabbage - 298

Leaf Lettuce - 262

Cantaloupe - 262

Banana - 221

Tofu - 213

Carrot - 207




THAT'S LIFE


Friday, September 27, 2013







Orang Bodoh Dengan Uang Rp. 500



Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.



Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia”


“Apa iya?” jawab pengusaha



Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan
mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih,



”Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!” 


Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.


Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,



”Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil.”



Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan
pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, 



“Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?”



Bejo pun berkata,




”Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai…”




HIKMAH



Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. 



Ukuran kepintaran seseorang hanya Allah yang mengetahuinya. 



Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.



Bedanya orang sukses dengan orang kurang sukses adalah, orang sukses berfikir untuk hari ini dan esok, orang kurang sukses berfikir hanya untuk hari ini.




Mudah2an bermanfaat… 



“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” 



(HR Muslim)



Aamiin Ya rabbal ‘alamiin

Wednesday, August 28, 2013







Belajar Dari Bapak Tua Yang Bijak



Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. 


Langkahnya longlai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak bahagia.


Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. 



Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan teliti. 


Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. 



“Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua itu.



“MAsin.., masin sekali rasanya…”, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.



Pak Tua sedikit tersenyum. 




Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didekat tempat tinggalnya dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.



Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. 




“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, “Bagaimana rasanya?”



“Segar”, sahut tamunya. 




“Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?”, 
Tanya Pak Tua lagi. 



“Tidak”, jawab si anak muda.



Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. 




“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.”




“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”




Pak Tua itu kembali memberi nasehat, 




“Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung sgalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”




Keduanya lalu beranjak pulang. 




Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, ‘sang orang bijak’, kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa…



 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...